Adakah yang salah dengan proses pembelajaran Mapel. Seni Rupa di sekolah yang ada di Indonesia Raya….
04 Mar 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Perlu Kita Tau... Tag:ada apakah dengan pembelajaran seni rupa SMP, adakah yang salah dengan proses pembelajaran seni rupa, pembelajaran seni, Pembelajaran seni rupa, pembelajaran seni rupa SMP, realita pembelajaran Seni Rupa SMP, seni rupa SMP
Kita (terutama yang bergelut didunia seni rupa) telah banyak mengetahui sebuah rahasia umum…bahwa pembelajaran seni rupa di sekolah-sekolah entah dulu atau sekarang seakan-akan dianak tirikan… Saya pernah bertemu dengan seorang siswi SMP, dia bilang
“Bu…mapel. Seni Rupa di sini koyo (Bhs. Indonesia : seperti) disepelekan, ra dianggap.”
Bahkan ada juga yang bilang “Seni rupa ra gaul!”, miris hati ini…. sebegitu dangkal dan sempitkah kah pengetahuan masyarakat kita tentang dunia seni???
Sebenarnya ada apa dengan sistem pembelajaran seni rupa kita?????
Setelah enam bulan mencari formula yang tepat…..memang semua itu tergantung bagaimana sang Guru ketika mengajar… Saya telah membuktikan bahwa pembelajaran seni rupa yang baik adalah dengan sistem TUTORIAL. Dimana sang Guru harus bisa melakukan pendekatan personal dengan murid-muridnya. Sehingga Guru paham akan apa yang dibutuhkan siswa. Paham apa kelebihan dan kekurangan mereka, sehingga lewat pembelajaran Seni Rupa kemampuan afektif, psikomotorik, dan kognitif siswa dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. dan yang tak kalah penting adalah Guru Seni Rupa jangan malas dan segan total berbaur dengan siswa ketika proses pembelajaran baik itu teori atau praktek maupun di luar jam pelajaran. Guru Seni Rupa juga jangan pelit memberikan atau berbagi ilmu dan trik-trik di dunia kesenirupaan.
Ada seorang siswa putra sebuah SMP di DIY dia bilang pada saya, ” Guru Seni Rupa nya ra nyeni..”, fakta ini membuktikan selain keikhlasan dan ilmu sebagai dasar mengajar ….Jiwa seni itu juga perlu dimiliki seorang Guru Seni, karena segala sesuatu yang muncul atau keluar dari jiwa yang indah….hasilnya juga maksimal indahnya. 
Desain dan Indonesia
20 Feb 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Perlu Kita Tau... Tag:DESAIN dan INDONESIA
DESAIN dan INDONESIA
Di Indonesia sejak abad ke- 19 telah muncul dan mulai terbentuk desain yang lebih modern (Proto-modern), dan pada abad ke- 20 muali terlihat adanya peningkatan baik dalam bentuk benda maupun karya rupa. Hal ini dipengaruhi pula oleh gaya hidup masyarakat yang mulai modern. Terlebih sejak dicanangkannya ”politik etis” yang seakan-akan membuka pikiran rakyat / kaum pribumiuntuk menjalani kehidupan yang lebih modern di abad ke- 20.
Jika kita amati sebenarnya terdapat hubungan yang saling terkait antara program modernisasi dengan modernisme. Modernisme dapat mendorong masyarakat menuju proses ke arah masyarakat yang lebih modern dan beradab.
Masa perang kemerdekaan adalah masa-masa yang cukup sulit (bahkan bisa dibilang sangat sulit) bagi bangsa Imdonesia.Hal ini seakan mengharuskan kita untuk lebih memahammi ”strategi budaya” Barat, kebudayaan global dan kebudayaan bangsa Indonesia sendiri. Namun masyrakat Indonesia seakan-akan terlena oleh anggapan banhwa kebudayaan Barat itu perfect.
Pada zaman sekarang kebudayaan Barat tidak masuk melalui armada perangnya, tetapi salah satunya melalui jaringan informasi, teknologi, desain, dan dunia kesenirupaan adalah media yang paling rentan disusupi ideologi dan pemikiran kebudayaan yang lebih kuat.
Desain merupakan kata baru peng-Indonesian dari kata design, istialh ini merupakan pengilmuan kata merancang yang penggunaannya dinilai terlalu umum dan kurang mewadahi aspek keilmuan sacara formal. Dalam kurun waktu 30tahun(1971) sejak istilah desain dipergunakan di lingkungan akademis dan profesi, kata desain telah mantap sebagai istilah budaya yang melingkupi pelbagai aspek kegiatan di maasyarakat luas.
Sumber bacaan:
Agus Sachari dan Yan-Yan Sunarya. 2002. Sejarah dan Perkembangan Desain & Dunia
Kesenirupaan di Indonesia. Bandung:ITB
Berkarya Rupa
02 Des 2009 3 Komentar
in Berkarya Rupa, Seni Budaya (Kls 7/Semester 1) Tag:Berkarya Rupa
BERKARYA RUPA
Gambar Bentuk
Perbedaan pokok anatara menggambar dengan melukis adalah, jika menggambar kita terpaku pada ketepatan bentuk (bersifat objekti)yang kita gambar sedangkan melukis kita dapat lebih bebas berekspresi (bersifat subjektif). Dengan kata lain menggambar bentuk sama dengan ketika kita memotret suatu objek. Jika memotret dengan kamera maka menggambar bentuk dengan kemahiran tangan dan kemampuan penglihatan.
Bentuk dibedakan menjadi 2:
1. Geometris : bentuk beraturan / bentuk dasar benda
2. Nongeometris : bentuk yang tidak beraturan
a. Bentuk Kubistis : bentuk-bentuk yang menyerupai bentuk kubus
b. Bentuk Silindris : menyerupai bentuk tabung
c. Bentuk Bebas : bentuk yang tidak beraturan. Misal, sayur-sayuran.
Prinsip Menggambar Bentuk
1. Perspektif
Posisi benda yang berada jauh dan dekat berbeda besar kecilnya
2. Proporsi
Perbandingan bagian perbagian atau bagian dengan keseluruhan harus tampak wajar.
3. Komposisi
Diartikan juga sebagai tata letak (layout) atau susunan. Bagaimana ketika kita membuat karya mempunyai susunan / tata letak yang bagus, menarik dan indah.
4. Gelap terang (Half-Tone)
Benda akan terlihat mata kita jika terkena cahaya. Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang dan bagian yang tidak terkena sinar akan tampak gelap.
5. Bayang-bayang (Shadow)
Benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayang-bayang. Bayang-bayang akan menentukan terciptanya kesan tiga dimensi (realis).
Teknik Menggambar Bentuk
1. Linear
Cara menggambar objek dengan garis sebagai unsur yang paling menentukan, baik garis lurus maupun lengkung.
2. Blok
Dengan menutup objek gambar menggunakan 1 warna, sehingga tampak globalnya (siluet)
3. Arsir
Cara menggambar dengan garis-garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap-terang
4. Dussel
Menggunakan pensil gambar yang digoreskan dalam posisi miring
5. Pointilis
Cara menggambar dengan menggunakan pensil / pena gambar dengan dititik-titikkan
6. Aquarel
Cara menggambar dengan menggunakan cat air dan bersifat transparan
7. Plakat
Cara menggambar dengan menggunakan cat minyak, poster yang bersifat menutup
Seni Budaya
22 Nov 2009 1 Komentar
in Seni Budaya (Kls 7/Semester 1) Tag:Seni Budaya
SENI BUDAYA__SENI RUPA
A. KONSEP BUDAYA
Koentrjaningrat menyatakan kebudayaan berasal dari kata Buddayah yang berasal dari bahasa Sansekerta. Bentuk jamak dari Buddi dan Akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, serta nilai-nilai yang dimiliki oleh manusia dan disebar luaskan secara turun temurun.
Ada tujuh (7) unsur kebudayaan yang universal, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi kecil, sistem teknologi, ekonomi, religi, dan kesenian.
B. KONSEP SENI RUPA
Seni itu bukan seperti matematika, karena seni bukanlah ilmu pasti. Dalam penciptaan karya seni peranan emosi / rasa akan sangat dominan. Dengan belajar seni kita dapat menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Contohnya seperti Leonardo da Vinci, Ia seorang seniman, ilmuan, dan arsitek yang melegenda sampai sekarang. Tank, parasut dan pesawat yang berkembang di zaman modern adalah salah satu temuannya.
Tapi “apa itu seni??”
Pengertian seni bagi tiap orang bisa berbeda-beda, namun pada dasarnya seni itu indah. Pada zaman dahulu (sebelum zaman modern) seni berkembang sebagai seni untuk seni, namun dizaman modern sekarang dimana ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat dan kebutuhan hidup manusia meningkat seni berkembang menjadi seni untuk kehidupan, karena hasil karya seni sangat dibutuhkan oleh manusia.
Beberapa pendapat tokoh tentang seni:
- Plato menyatakan seni ialah peniruan alam, seperti pada lukisan pemandangan, dll.
- Ki Hajar Dewantoro menyatakan seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
- Mikke Susanto menyatakan seni adalah (1) segala sesuatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan adanya apa saja yang dilakukan semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan ataupun karena dorongan kebutuhan spiritual. (2) Seni adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya; pengalaman batin tersebut disajikan secara indah atau menarik.
Dalam Ensiklopedia Indonesia:
- seni meliputi penciptan dari segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya.
C. CABANG SENI
1. Seni Rupa : ungkapan gagasan / perasaan yang etstetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media titik, garis, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.
2. Seni Musik : ungkapan gagasan / perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media suara (manusia maupun alat).
3. Seni Tari : ungkapan / gagasan perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak tubuh manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.
4. Seni Drama / Teater : ungkapan gagasan / perasaan yang etstetis dan bermakna melalui media gerak, suara dan rupa yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.
5. Seni Sastra : ungkapan gagasan / perasaan yang etstetis dan bermakna melalui media tulisan, seperti baca puisi, mengarang cerita, dsb.
Berdasarkan kelompoknya cabang seni dibagi menjadi:
1. Seni Audio : seni yang dinikmati melalui indera pendengaran
2. Seni Visual : seni yang dinikmati melalui indera penglihatan
3. Seni Audio Visual : seni yang dinikmati melalui indera penglihatan dan pendengaran.
D. FUNGSI SENI
Seni memiliki banyak manfaat dan fungsi. Banyak disekitar kita benda-benda dihasilkan dari dunia seni. Mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan tersier. Sandang, pangan, dan papan jika mendapat sentuhan seni juga akan lebih menarik dan indah (tentunya juga akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi). Seni juga memberi peranan dalam kebutuhan sosial. Misal, dalam pendidikan seni secara langsung kita dapat berekspresi diri dan mengembangkan minat dan bakat. Selain itu juga dapat memperoleh kehalusan budi pekerti, karena seni menggolah kepekaan manusia terhadap lingkungan dan alam.


