Karya Seni Rupa Yoma

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Warna

A.      Teori Warna Dasar

Warna yang kita lihat sebenarnya adalah spektrum cahaya yang dipantulkan oleh benda yang kemudian ditangkap oleh indera penglihatan kita (mata) lalu diterjemahkan oleh otak sebagai sebuah warna tertentu. Sebagai contohnya adalah, kita melihat warna hijau yang terdapat pada daun karena cahaya yang datang (umumnya cahaya matahari yang punya spektrum cukup komplit) diserap oleh daun selain warna hijau yang dipantulkan, dan cahaya hijau inilah yang kita tangkap sehingga kita dapat melihat bahwa daun berwarna hijau. Jadi faktor terpenting bagi kita untuk melihat sebuah warna dengan baik adalah cahaya yang mengenai benda tersebut (bayangkan kita berada di suatu ruangan gelap…tentunya kita tidak dapat melihat dengan jelas warna suatu benda).

B.       Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, Siswa diharapkan dapat menyebutkan apa itu warna, serta apa itu hue dan value.

C.      Warna Menurut Kejadiannya

Warna menurut kejadiannya dibedakan menjadi dua, yaitu warna addtive dan subtractive. Warna additve adalah warna yang berasal dari cahaya yang disebut spectrum, yaitu merah (Red),  hijau (Green), dan biru (Blue) dalam komputer disebut model warna RGB. Sedangkan warna subtractive adalah warna yang berasal dari bahan yang disebut pigmen, terdiri dari kuning (Yellow), magenta, sian (Cyan) dalam komputer disebut CMY.

D.      Peranan Warna

Warna dapat memberi kesan hidup pada suatu benda dan dapat pula menambah nilai komersial benda tersebut. Warna dapat juga digunakan sebagai simbol untuk menggambarkan sesuatu hal, baik itu benda, kejadian maupun orang (misalnya dalam penyebutan warna kulit orang). 

Peran warna yang terutama ialah kemampuannya untuk mempengaruhi mata kita sehingga membangkitkan emosi. Mulai dari perasaan sedih sampai dengan perasaan gembira.

Warna dibedakan menjadi 3 dimensi:

      a.         Hue             : disebut juga nama warna, berhubungan dengan panas – dinginnya   warna 

     b.         Value         : berhubungan dengan terang – gelapnya warna 

    c.         Intensity / Chroma : berhungan dengan cerah – suramnya warna

Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan dibawah ini:

  1.       Hue

Hue diartikan sebagai istilah untuk menunjukkan nama dari suatu warna.

Warna dapat dibagi menjadi lima kelas:

 1.  Primer              : sering juga disebur dengan istilah warna pertama karena merupakan warna pokok dan bukan murapak warna yang dihasilkan     oleh percampuran antar warna. Terdiri dari warna merah, kuning, dan biru

2.  Sekunder          : sering juga disebut dengan warna ke-2 dan merupakan warna yang terbentuk dari campuran dua warna primer. Contonhya adalah hijau, unggu, dan jingga.

3.  Intermediet   : warna yang terjadi dari percampuran antara warna primer dengan warna dihadapannya

4.   Tersier             : merupakan warna yang terbentuk dari campuran antara warna sekunder lain atau warna primer

5.   Kuarter             : warna percampuran antara warna primer dengan warna tersier dan warna sekunder dengan tersier.

Perhatikan skema warna di bawah ini:

  

Gambar. 1: Contoh skema warna

(Sumber: www.visibone.com)

     Warna Panas dan Warna Dingin

      Tampilan suatu warna juga dapat memberi suatu kesan panas atau dingin. Warna yang cenderung gelap memiliki kesan dingin dan warna yang cenderung terang memiliki kesan panas. Karena sesuai dengan dimensinya, intensitas dan nilai tone warna akan menunjukkan sifat masing-masing warna.

Gambar . 2 : Contoh warna panas

Gambar. 3: Contoh warna dingin

(Yoma Septiantika, Juni:2010)

Warna juga dapat mensimbolkan berat dan ringan

Gambar. 4: Contoh warna yang mensimbolkan berat

Gambar. 5: Contoh warna yang terkesan ringan

(Yoma Septiantika, Juni:2010)

Warna-warna yang berkesan jauh dapat pula berkesan sebaliknya yaitu dekat

  1.      Value

   Dalam value kita akan mempelajari tentang terang gelapnya warna. Value disebut juga brightness atau lightness. Value adalah nilai gelap terang warna yang biasaya dinilai dengan ukuran persen, dimana 0 % = hitam dan 100 % = putih. Lalu bagaimana mengubah value ?. Caranya adalah dengan menambah putih sehingga warna menjadi lebih terang (high value) atau dengan menambah hitam (low value). Value yang lebih terang dari normal disebut dengan tint, dan value yang lebih gelap disebut dengan shade.

Ada sembilan tingkatan warna:

1.  White          : W

2. High light    : yellow       yellow

3. Light             : L                yellow,     orange,   yellow orange

4. Low light       : LL             orangge,  green,

5. Middle         : M            red orrange,  blue green

6. High dark    : HD            red, blue

7. Low dark     : LD            red violet, blue violet

8. Dark            : D             violet

9. Black           : B              black

  1.   Intensity / Chroma

Dimateri ini kita akan mempelajari tentang cerah suramnya warna. Warna-warna dalam intenity yang penuh akan sangat mencolok, namun jika kita mampu mengolahnya dengan baik akan memperoleh hasil yang maksimal dalam karya. Warna-warna dengan intensity yang lebih rendah memberi kesan yang lebih lembut. Perubahan dalam intensity dapat dibuat melalui pencampuran dengan warna komplementer (warna yang saling berhadapan).

Gambar. 6: Warna yang saling berhadapan disebut warna komplementer

(Yoma Septiantika, Juni:2010)

Warna-warna dapat diseimbangkan dengan pengulangan beberapa dari warna-warna yang sama dalam beberapa bagian susunan. Pengulangan ini disebut juga dengan repetition. Kombinasi dari beberapa warna dikatakan menyatu apabila setiap warna mempunyai sesuatu yang sama dengan tiap-tiap warna lainnya. Ada beberapa cara mudah untuk menyatukan warna, yaitu:

  1.  Mengikat dengan warna-warna netral
  2.  Menggunakan tekstur nyata
  3.  Dengan menetralisisr

Penggunaan warna kerap dihubungkan dengan lambang dari kesan yang ditimbulkan. Warna juga dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang.

  1.  Hijau       : memberi kesan semangat, hidup, dinamis
  2. Merah      : amarah, semangat
  3.  Biru         : hidup, ceria, semangat

E.     Rangkuman

Dapat disimpullkan bahwa kesan yang ditimbulkan oleh warna dipengaruhi pula oleh cahaya yang diterima oleh warna tersebut. Warna juga memiliki karakter dan karakter ini sering dikaitkan dengan emosi seseorang. Warna juga dapat memberi kesan luas atau sempit pada suatu area.

Adakah yang salah dengan proses pembelajaran Mapel. Seni Rupa di sekolah yang ada di Indonesia Raya….

Kita (terutama yang bergelut didunia seni rupa) telah banyak mengetahui sebuah rahasia umum…bahwa pembelajaran seni rupa di sekolah-sekolah entah dulu atau sekarang seakan-akan dianak tirikan… Saya pernah bertemu dengan seorang siswi SMP, dia bilang

“Bu…mapel. Seni Rupa di sini koyo (Bhs. Indonesia : seperti) disepelekan, ra dianggap.”

Bahkan ada juga yang bilang “Seni rupa ra gaul!”, miris hati ini…. sebegitu dangkal dan sempitkah kah pengetahuan masyarakat kita tentang dunia seni???

Sebenarnya ada apa dengan sistem pembelajaran seni rupa kita?????

Setelah enam bulan mencari formula yang tepat…..memang semua itu tergantung bagaimana sang Guru ketika mengajar… Saya telah membuktikan bahwa pembelajaran seni rupa yang baik adalah dengan sistem TUTORIAL. Dimana sang Guru harus bisa melakukan pendekatan personal dengan murid-muridnya. Sehingga Guru paham akan apa yang dibutuhkan siswa. Paham apa kelebihan dan kekurangan mereka, sehingga lewat pembelajaran Seni Rupa kemampuan afektif, psikomotorik, dan kognitif siswa dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. dan yang tak kalah penting adalah Guru Seni Rupa jangan malas dan segan total berbaur dengan siswa ketika proses pembelajaran baik itu teori atau praktek maupun di luar jam pelajaran. Guru Seni Rupa juga jangan pelit memberikan atau berbagi ilmu dan trik-trik di dunia kesenirupaan.

Ada seorang siswa putra sebuah SMP di DIY dia bilang pada saya, ” Guru Seni Rupa nya ra nyeni..”, fakta ini membuktikan selain keikhlasan dan ilmu sebagai dasar mengajar ….Jiwa seni itu juga perlu dimiliki seorang Guru Seni, karena segala sesuatu yang muncul atau keluar dari jiwa yang indah….hasilnya juga maksimal indahnya. smile

Desain dan Indonesia

DESAIN dan INDONESIA

Di Indonesia sejak abad ke- 19 telah muncul dan mulai terbentuk desain yang lebih modern (Proto-modern), dan pada abad ke- 20 muali terlihat adanya peningkatan baik dalam bentuk benda maupun karya rupa. Hal ini dipengaruhi pula oleh gaya hidup masyarakat yang mulai modern. Terlebih sejak dicanangkannya ”politik etis” yang seakan-akan membuka pikiran rakyat / kaum pribumiuntuk menjalani kehidupan yang lebih modern di abad ke- 20.

Jika kita amati sebenarnya terdapat hubungan yang saling terkait antara program modernisasi dengan modernisme. Modernisme dapat mendorong masyarakat menuju proses ke arah masyarakat yang lebih modern dan beradab.

Masa perang kemerdekaan adalah masa-masa yang cukup sulit (bahkan bisa dibilang sangat sulit) bagi bangsa Imdonesia.Hal ini seakan mengharuskan kita untuk lebih memahammi ”strategi budaya” Barat, kebudayaan global dan kebudayaan bangsa Indonesia sendiri. Namun masyrakat Indonesia seakan-akan terlena oleh anggapan banhwa kebudayaan Barat itu perfect.

Pada zaman sekarang kebudayaan Barat tidak masuk melalui armada perangnya, tetapi salah satunya melalui jaringan informasi, teknologi, desain, dan dunia kesenirupaan adalah media yang paling rentan disusupi ideologi dan pemikiran kebudayaan yang lebih kuat.

Desain merupakan kata baru peng-Indonesian dari kata design, istialh ini merupakan pengilmuan kata merancang yang penggunaannya dinilai terlalu umum dan kurang mewadahi aspek keilmuan sacara formal. Dalam kurun waktu 30tahun(1971) sejak istilah desain dipergunakan di lingkungan akademis dan profesi, kata desain telah mantap sebagai istilah budaya yang melingkupi pelbagai aspek kegiatan di maasyarakat luas.

Sumber bacaan:

Agus Sachari dan Yan-Yan Sunarya. 2002. Sejarah dan Perkembangan Desain & Dunia

Kesenirupaan di Indonesia. Bandung:ITB

Berkarya Rupa

BERKARYA RUPA
Gambar Bentuk

Perbedaan pokok anatara menggambar dengan melukis adalah, jika menggambar kita terpaku pada ketepatan bentuk (bersifat objekti)yang kita gambar sedangkan melukis kita dapat lebih bebas berekspresi (bersifat subjektif). Dengan kata lain menggambar bentuk sama dengan ketika kita memotret suatu objek. Jika memotret dengan kamera maka menggambar bentuk dengan kemahiran tangan dan kemampuan penglihatan.
Bentuk dibedakan menjadi 2:
1. Geometris : bentuk beraturan / bentuk dasar benda
2. Nongeometris : bentuk yang tidak beraturan
a. Bentuk Kubistis : bentuk-bentuk yang menyerupai bentuk kubus
b. Bentuk Silindris : menyerupai bentuk tabung
c. Bentuk Bebas : bentuk yang tidak beraturan. Misal, sayur-sayuran.
Prinsip Menggambar Bentuk
1. Perspektif
Posisi benda yang berada jauh dan dekat berbeda besar kecilnya
2. Proporsi
Perbandingan bagian perbagian atau bagian dengan keseluruhan harus tampak wajar.
3. Komposisi
Diartikan juga sebagai tata letak (layout) atau susunan. Bagaimana ketika kita membuat karya mempunyai susunan / tata letak yang bagus, menarik dan indah.
4. Gelap terang (Half-Tone)
Benda akan terlihat mata kita jika terkena cahaya. Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang dan bagian yang tidak terkena sinar akan tampak gelap.
5. Bayang-bayang (Shadow)
Benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayang-bayang. Bayang-bayang akan menentukan terciptanya kesan tiga dimensi (realis).
Teknik Menggambar Bentuk
1. Linear
Cara menggambar objek dengan garis sebagai unsur yang paling menentukan, baik garis lurus maupun lengkung.
2. Blok
Dengan menutup objek gambar menggunakan 1 warna, sehingga tampak globalnya (siluet)
3. Arsir
Cara menggambar dengan garis-garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap-terang
4. Dussel
Menggunakan pensil gambar yang digoreskan dalam posisi miring
5. Pointilis
Cara menggambar dengan menggunakan pensil / pena gambar dengan dititik-titikkan
6. Aquarel
Cara menggambar dengan menggunakan cat air dan bersifat transparan
7. Plakat
Cara menggambar dengan menggunakan cat minyak, poster yang bersifat menutup

Seni Rupa Terapan

SENI RUPA TERAPAN

Berdasarkan wujud/dimensi/ukuran/matra, karya Seni Rupa dibedakan menjadi:
1. 2 Dimensi (2D/Dwimatra) : hanya memiliki satuan ukuran pxl, misal: gambar
2. 3 Dimensi (3 D/Trimatra) : memiliki satuan ukuran pxlxt(volume), misal patung

Berdasarkan kegunaannya:
1. Seni Rupa Murni (fine art) : mengutamakan fungsi keindahannya atau hanya dinikmati nilai atau mutu seninya dengan indera penglihatan
2. Seni Rupa Terapan (applied art/useful art) : menggutamakan fungsi pakainya selain dinikmati mutu seninya. Hasil karyanya dapat dinikmati/digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Misal gerabah
3. Seni Kriya/Kerajinan Tangan : misal ukiran, anyaman, tekstil
4. Desain : peran desain dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan penting, misal ragam hias, interior, eksterior, poster, kartu undangan

Berdasarkan kelompoknya:
1. Seni Audio : dinimati melalui indera pendengaran
2. Seni Visual : dinikmati dengan indera penglihatan
3. Seni Audio Visual : pengabungan antara pendengaran dan penglihatan

Unsur Seni Rupa
1. Titik : merupakan unsur yang paling sederhana
2. Garis : terbuat dari rangkaian titik yang terjalin memanjang menjadi garis
3. Bidang : unsur rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis
4. Bentuk : unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang/volume
5. Warna : unsur rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna)
6. Tekstur : merupakan nilai permukaan suatu benda
7. Gelap terang : merupakan keadaan suatu bidang yang dibedakan dengan warna tua dan muda yang disebabkan perbedaan warna/pengaruh cahaya

Prinsip Seni Rupa
1. Kesatuan (unity) : tidak ada bagian yang berdiri sendiri
2. Keseimbangan (balance) : terpusat, simetris dan asimetris
3. Irama : penggulangan unsur/elemen seni yang teratur
4. Keselaran : merupakan prinsip yang dipakai untuk menyatukan unsur-unsur seni rupa, baik untuk bentuk atau warna

Ragam Seni Rupa
1. Gambar
Menggambar : proses perekaman objek pada bidang 2 D melalui media dan bersifat objektif. Misal gambar bentuk, model dan ragam hias
2. Lukisan : bersifat subjektif
3. Grafis : karya seni rupa yang melalaui proses cetak, misal poster, ungdangan, dll
4. Seni Patung : awalnya berfungsi religius, namun sekarang lebih ke arah estetisnya dalam penggunaannya. Misal patung pada candi Budha
5. Kriya : biasanya memiliki ciri khas daerah dengan aturan, motif dan warna yang melambangkan makna-makna tertentu dari daerah tersebut
6. Desain Daerah : desain diciptakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk-produk seni. Misal desain ruang interior rumah Joglo dari Jogja.

Seni Budaya

Seni

Seni_yoma'09

SENI BUDAYA__SENI RUPA

A. KONSEP BUDAYA

Koentrjaningrat menyatakan kebudayaan berasal dari kata Buddayah yang berasal dari bahasa Sansekerta. Bentuk jamak dari Buddi dan Akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, serta nilai-nilai yang dimiliki oleh manusia dan disebar luaskan secara turun temurun.

Ada tujuh (7) unsur kebudayaan yang universal, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi kecil, sistem teknologi, ekonomi, religi, dan kesenian.

B. KONSEP SENI RUPA

Seni itu bukan seperti matematika, karena seni bukanlah ilmu pasti. Dalam penciptaan karya seni peranan emosi / rasa akan sangat dominan. Dengan belajar seni kita dapat menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Contohnya seperti Leonardo da Vinci, Ia seorang seniman, ilmuan, dan arsitek yang melegenda sampai sekarang. Tank, parasut dan pesawat yang berkembang di zaman modern adalah salah satu temuannya.

Tapi “apa itu seni??”

Pengertian seni bagi tiap orang bisa berbeda-beda, namun pada dasarnya seni itu indah. Pada zaman dahulu (sebelum zaman modern) seni berkembang sebagai seni untuk seni, namun dizaman modern sekarang dimana ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat dan kebutuhan hidup manusia meningkat seni berkembang menjadi seni untuk kehidupan, karena hasil karya seni sangat dibutuhkan oleh manusia.

Beberapa pendapat tokoh tentang seni:

  • Plato menyatakan seni ialah peniruan alam, seperti pada lukisan pemandangan, dll.
  • Ki Hajar Dewantoro menyatakan seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
  • Mikke Susanto menyatakan seni adalah (1) segala sesuatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan adanya apa saja yang dilakukan semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan ataupun karena dorongan kebutuhan spiritual. (2) Seni adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya; pengalaman batin tersebut disajikan secara indah atau menarik.

Dalam Ensiklopedia Indonesia:

  • seni meliputi penciptan dari segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya.

C. CABANG SENI

1. Seni Rupa : ungkapan gagasan / perasaan yang etstetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media titik, garis, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

2. Seni Musik : ungkapan gagasan / perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media suara (manusia maupun alat).

3. Seni Tari : ungkapan / gagasan perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak tubuh manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

4. Seni Drama / Teater : ungkapan gagasan / perasaan yang etstetis dan bermakna melalui media gerak, suara dan rupa yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

5. Seni Sastra : ungkapan gagasan / perasaan yang etstetis dan bermakna melalui media tulisan, seperti baca puisi, mengarang cerita, dsb.

Berdasarkan kelompoknya cabang seni dibagi menjadi:

1. Seni Audio : seni yang dinikmati melalui indera pendengaran

2. Seni Visual : seni yang dinikmati melalui indera penglihatan

3. Seni Audio Visual : seni yang dinikmati melalui indera penglihatan dan pendengaran.

D.  FUNGSI SENI

Seni memiliki banyak manfaat dan fungsi. Banyak disekitar kita benda-benda dihasilkan dari dunia seni. Mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan tersier. Sandang, pangan, dan papan jika mendapat sentuhan seni juga akan lebih menarik dan indah (tentunya juga akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi). Seni juga memberi peranan dalam kebutuhan sosial. Misal, dalam pendidikan seni secara langsung kita dapat berekspresi diri dan mengembangkan minat dan bakat. Selain itu juga dapat memperoleh kehalusan budi pekerti, karena seni menggolah kepekaan manusia terhadap lingkungan dan alam.

Seni Lukis Batik-Yoma'05

Previous Older Entries